STIKSAM Gelar Kuliah Perdana PSPPA Angkatan II 2026, Bekali Calon Apoteker Hadapi Tantangan Profesi

Samarinda – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) resmi membuka perkuliahan bagi mahasiswa angkatan II dengan menyelenggarakan Kuliah Perdana pada Selasa, 1 September 2026, di Kampus STIKSAM, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Kegiatan ilmiah dan akademik ini dihadiri oleh 60 peserta yang terdiri dari mahasiswa PSPPA dan dosen, dan dibuka secara resmi oleh Ketua STIKSAM, Assoc.Prof. apt. Supomo, S.Si., M.Si, yang menyambut hangat kehadiran mahasiswa angkatan II serta menekankan bahwa pendidikan profesi apoteker adalah amanah besar yang harus dijalani dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi. Turut hadir dalam acara ini Ketua PD IAI Kalimantan Timur, Kepala Balai Besar POM di Samarinda, Kepala Puskesmas Makroman, serta jajaran pimpinan institusi di antaranya Ketua Senat Risa Supriningrum, S.Si., M.M., Ketua Program Studi Apoteker Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm.Klin., Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., dan Ketua LPPM apt. Rusdianti Helmidanora, M.Sc.

Kuliah perdana ini mengangkat tema “Membangun Apoteker Klinis Unggul dalam Layanan Kesehatan Primer” dengan tagline “Dari Ilmu, Menuju Dampak Nyata untuk Masyarakat Sehat”. Tiga narasumber kompeten dihadirkan untuk memberikan wawasan awal yang bermakna bagi para calon apoteker sebelum menjalani masa pendidikan profesi yang intensif.

Narasumber pertama, Dr. apt. Arsyik Ibrahim, S.Si., M.Si, Ketua PD IAI Kalimantan Timur, memaparkan materi tentang penguatan kompetensi untuk transformasi apoteker yang inovatif dan siap bersaing. Ia menegaskan bahwa apoteker masa kini tidak bisa lagi hanya berfokus pada aktivitas transaksional penyediaan obat, tetapi harus bergeser menjadi penyedia layanan kesehatan yang terintegrasi secara klinis, memanfaatkan data kesehatan digital, dan mengambil keputusan pengobatan berbasis kecerdasan buatan serta bukti ilmiah terkini.

“Apoteker modern wajib beradaptasi dari sekadar aktivitas transaksional menuju integrasi klinis yang berpusat pada pasien. IAI terus mendorong pengembangan kompetensi apoteker secara berjenjang — dari Apoteker Pratama hingga Apoteker Utama — agar setiap lulusan benar-benar siap memberikan dampak nyata di lapangan.”

Narasumber kedua, Agung Kurniawan, S.T., M.M, Kepala Balai Besar POM di Samarinda, memaparkan peran ekosistem dalam pengawasan obat dan makanan. Ia menjelaskan bahwa apoteker bukan hanya mitra BPOM dalam pengawasan regulasi, tetapi juga garda terdepan yang bertugas memastikan obat dan makanan yang beredar aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia mendorong para calon apoteker untuk menggunakan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam setiap aspek pengawasan, mulai dari pre-market hingga post-market.

“Peran apoteker sangat krusial dalam menjaga kesehatan bangsa melalui pengawasan yang tegas terhadap produk berbahaya dan memastikan obat yang digunakan aman. Apoteker adalah ilmuwan sekaligus pelindung masyarakat — dan BPOM siap menjadi mitra strategis dalam menjalankan peran mulia itu.”

Narasumber ketiga, apt. Sandra Annisa, S.Farm., M.Farm, Kepala UPTD Puskesmas Makroman Samarinda, membawa perspektif langsung dari lapangan dengan memaparkan realita praktik kefarmasian di layanan kesehatan primer. Ia mengingatkan para mahasiswa bahwa yang mereka pelajari di bangku kuliah — farmakologi, farmakoterapi, farmasi klinis, hingga pharmaceutical care — akan menemui ujian sesungguhnya bukan dalam soal pilihan ganda, melainkan dalam percakapan nyata bersama pasien.

“Anda tidak sedang belajar menjadi orang yang bisa memberikan obat. Anda sedang dipersiapkan menjadi tenaga kesehatan yang mampu memastikan bahwa obat memberikan manfaat terbesar dengan risiko terkecil bagi pasien. Ilmu adalah bekal, kompetensi adalah pembuktian, dan pasien adalah prioritas.”

Menutup rangkaian kuliah perdana, Kaprodi PSPPA STIKSAM, Assoc.Prof. Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm.Klin, menyampaikan harapannya kepada seluruh mahasiswa angkatan II yang resmi memulai perjalanan pendidikan profesi mereka hari ini.

“Harapan saya, mahasiswa PSPPA siap menghadapi ritme pembelajaran profesi yang intensif — mulai dari penguasaan materi perkuliahan, integrasi farmakoterapi dan farmasi klinis, hingga persiapan Praktik Kerja Profesi Apoteker di berbagai wahana praktik. Jadikan setiap wahana sebagai laboratorium nyata untuk tumbuh menjadi apoteker yang kompeten, berintegritas, dan berdampak.”

Kuliah perdana ini menjadi titik awal yang bermakna bagi mahasiswa PSPPA STIKSAM angkatan II, sekaligus menegaskan komitmen STIKSAM dalam mencetak apoteker klinis unggul yang siap memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Timur dan Indonesia. (apt. Heri Wijaya, Ph.D.)

Berita Lainnya

STIKSAM

Berkemajuan, Inovatif, Tangguh dan Gemilang (BINTANG)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Jalan Abdul Wahab Syahrani No. 226 Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 75242

Telp: 0811 5576 817

Lokasi

Sosial Media

© Copyright STIKSAM 2023