STIKSAM Adopsi Inovasi WBK Fakultas Keperawatan USU

Medan. Dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan pelayanan publik yang prima, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samudra (STIKSAM) melakukan kunjungan kerja ke Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU) (4/8/2026). Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua STIKSAM, apt. Supomo, S.Si, M.Si., ini bertujuan untuk mempelajari secara mendalam implementasi Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kunjungan ini disambut langsung oleh Dekan Fakultas Keperawatan USU, Dr. Dudut Tanjung, S.Kp., M.Kep., Sp.KMB., beserta jajaran pimpinan fakultas. Delegasi STIKSAM yang turut hadir antara lain Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., Ketua Prodi Profesi Apoteker Dr. apt. Triswanto Sentat, M.Farm.Klin, Sekretaris Prodi S1 Farmasi apt. Novi Milasari, M.Farm., serta Sekretaris Prodi D3 Farmasi apt. Ghina Adhila, M.Farm. Kedatangan ini menandai komitmen serius STIKSAM dalam mengadopsi sistem reformasi birokrasi di lingkungan kampus.

Dalam sesi diskusi, Cholina Trisa Siregar, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.KMB., memaparkan strategi penyusunan dokumen ZI-WBK. Ia menegaskan bahwa WBK merupakan miniatur dari sistem reformasi birokrasi yang menilai setiap satuan kerja (satker), bukan institusi secara keseluruhan. “Tahun pertama adalah proses penilaian, baik terhadap orang lain maupun evaluasi diri. Perubahan terjadi secara perlahan, tidak mutlak langsung berubah, dan intinya adalah memberi pelayanan dari manusia kepada manusia, atau memanusiakan manusia,” ujarnya.

Langkah awal yang paling fundamental dalam pembangunan ZI adalah meluruskan niat. Hal ini meliputi pembentukan semangat, doa, impian, dan harapan yang diikat dengan hukum tarik-menarik. “Apa yang anda pikirkan, itulah yang Tuhan berikan,” jelas Dr. Cholina, menekankan pentingnya fondasi mental dalam perubahan budaya organisasi. Selain itu, sosialisasi yang masif kepada seluruh pegawai, dosen, dan mahasiswa menjadi kunci agar setiap perubahan yang terjadi dapat dipahami dan diterima secara terbuka.

Lebih dari sekadar administratif, implementasi ZI harus menjadi budaya sehari-hari di lingkungan kampus. Untuk itu, STIKSAM dan USU sepakat bahwa pembangunan ZI harus mencakup seluruh civitas akademika, termasuk dosen dan tenaga kependidikan (tendik), dengan melibatkan mahasiswa sebagai pengguna layanan utama. Para mahasiswa diberikan pemahaman melalui pendekatan per angkatan dan per kelas, serta diajak untuk berpartisipasi dalam evaluasi hasil ujian dan pelayanan yang wajar di kampus.

Fakultas Keperawatan USU telah menerapkan sejumlah inovasi untuk mendukung ZI, seperti layanan Anjungan Satu Atap (ASA), peminjaman alat melalui aplikasi untuk mengurangi kontak fisik, sistem paperless untuk efisiensi biaya, serta penggunaan G-Sheet untuk praktikum laboratorium. Berbagai strategi seperti pemetaan proses dan risiko, inovasi pelayanan yang menyentuh masyarakat dan ramah teknologi, serta dokumentasi yang baik, menjadi contoh konkret yang dibagikan kepada rombongan STIKSAM.

Kunjungan ini diakhiri dengan penekanan pada pentingnya dukungan penuh dari yayasan, terutama dalam aspek fasilitas fisik yang akan disurvei oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, pengawasan internal juga diperkuat melalui pembentukan Duta Gratifikasi yang bertugas melaporkan setiap indikasi pemberian atau permintaan di lingkungan kampus tanpa sepengetahuan dosen dan mahasiswa lainnya. STIKSAM berharap dengan belajar dari USU, langkah menuju predikat WBK dan WBBM dapat segera terwujud (Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc.)

Berita Lainnya

STIKSAM

Berkemajuan, Inovatif, Tangguh dan Gemilang (BINTANG)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Jalan Abdul Wahab Syahrani No. 226 Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 75242

Telp: 0811 5576 817

Lokasi

Sosial Media

© Copyright STIKSAM 2023