STIKSAM Sukses Gelar Pelatihan Budidaya dan Olahan Jamur Tiram di Muara Jawa, Dukung UMKM Lokal

Muara Jawa, Kaltim – Tim pengabdian masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) sukses menggelar pelatihan budidaya dan pengolahan jamur tiram di Kelurahan Muara Jawa Tengah, Kutai Kartanegara. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2025, yang dilaksanakan di Rumah Jamur Tiram Jl. Darussalam Handil 6 RT. 006. Pelatihan pertama tentang budidaya jamur tiram digelar Sabtu, 26 Juli 2025, diikuti sesi kedua pada 16 Agustus 2025 dengan fokus pengolahan pangan seperti abon, keripik, dan nugget berbahan dasar jamur tiram. Dengan tim dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc. apt. Supomo, M.Si., Ameliora Dwi Astani, S.Gz, M.Gz, Otong Asnawi, S.Kom, Dhimas Surya Laksana, S.Sn., Agung Wijayanto, dan Wiranto.

Hadir pada kegiatan Hidayati ketua PKK kelurahan Muara Jawa Tengah, Isnawati ketua kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah Handil 6, Lilis,S.Psi sekretaris KWT, kelompok kwt barokah, perwakilan posyandu dan PKK kel.MjtBarokah serta Handil 6 sebanyak 23 orang yang hadir. Eka Siswanto Syamsul mengajak dialog dan menyampaikan bahwa usaha ini memiliki prospek cerah dengan permintaan pasar yang terus naik.

Eka Siswanto Syamsul juga menyampaikan Kandungan Gizi Jamur Tiram antara lain: Bergizi Tinggi, Protein nabati tinggi (17,5 – 27% per 100 gram), Rendah lemak (1,6 – 8%), Sumber serat pangan (8-11,5%), Mengandung vitamin B, D, mineral (zat besi, kalium). Supomo menyampaikan “Media tanam berbasis serbuk gergaji dan proses sterilisasi yang tepat menjadi kunci keberhasilan produksi jamur tiram,” jelasnya. Supomo menambahkan, dalam waktu 1-2 bulan, petani sudah bisa memanen hasil dengan potensi keuntungan yang lumayan.

Lebih lanjut, Supomo menekankan bahwa peluang usaha ini terbuka lebar dengan modal terjangkau. “Dengan perawatan intensif dan pemasaran yang baik, budidaya jamur tiram bisa menjadi sumber penghasilan stabil,” paparnya. Supomo juga mendorong petani untuk memanfaatkan pelatihan dari pemerintah guna meningkatkan produktivitas dan nilai jual produk olahan seperti keripik atau abon jamur. Mengapa Diversifikasi Olahan Penting? Meningkatkan nilai tambah hasil panen, Minimalkan risiko kelebihan produksi/panen raya, dan Buka peluang usaha mikro desa, Keunggulan Jamur Tiram antara lain: Gizi tinggi (protein, serat, rendah, lemak), Tekstur serat daging (cocok untuk substitusi daging), dan Budidaya berkelanjutan ujar Ameliora.

Ameliora Dwi Astani, S.Gz, M.Gz, dari STIKSAM, memaparkan strategi diversifikasi olahan jamur tiram sebagai upaya meningkatkan nilai ekonomi produk. Dalam pelatihan tersebut, ia mendemonstrasikan cara pembuatan nugget, abon, dan keripik jamur tiram yang dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat. Selain itu, sebagai bentuk dukungan konkret, tim STIKSAM menyerahkan tiga unit alat mixer kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat serta membagikan paket sembako kepada peserta.

Kegiatan pelatihan ini akan berlanjut pada pertemuan berikutnya dengan materi digital marketing dan pengemasan produk. “Harapannya, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka akses pemasaran yang lebih luas,” ujar Eka Siswanto Syamsul. Dukungan ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis jamur tiram secara berkelanjutan. (Eka Siswanto Syamsul)

Berita Lainnya

WEBINAR KREATIVITAS

Pada hari minggu, tanggal 16 oktober 2022, telah dilaksanakan kegiatan...

STIKSAM

Inovatif dan Berkemajuan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Jalan Abdul Wahab Syahrani No. 226 Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 75242

Telp: 0811 5576 817

Lokasi

Sosial Media

© Copyright STIKSAM 2023