PENGUMUMAN Diberitahukan kepada Mahasiswa Baru AKFARSAM mengenai jadwal kegiatan...
Home » STIKSAM Gelar Pelatihan Higiene dan Sabun Herbal TOGA di Pesantren Hidayatullah Samarinda
SAMARINDA – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan bertema “Dari Pekarangan ke Tangan Bersih: Higiene & Pembuatan Sabun Berbahan Dasar TOGA” ini diikuti oleh santri dan warga pesantren, bertujuan meningkatkan kesadaran hidup bersih dan kemandirian dalam memproduksi sabun herbal. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian kegiatan Dies Natalis STIKSAM ke-7.
Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA di Jl. Perjuangan No. 22, Sempaja Selatan, Samarinda Utara, diawali dengan pemaparan pentingnya personal hygiene. Para peserta diajak memahami bahwa menjaga kebersihan diri bukan sekadar rutinitas, tetapi fondasi untuk mencegah penyakit, meningkatkan kepercayaan diri, serta menunjang kesehatan jasmani dan rohani.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah dosen STIKSAM sebagai pemateri, antara lain apt. Supomo, M.Si, Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc, apt. Heri Wijaya,M.Si, Ph.D., apt. Burhanuddin Soka, M.Farm, apt. Ghina Adhila, M.Farm, apt. Alya Nur Amilia, M.Farm.; apt. Reksi Sundu, M.Sc, Alfiana Dwi Puspita, M.Si. dan Henny Nurhasnawati, M.Si.
Materi mencakup praktik kebersihan menyeluruh, mulai dari mandi, mencuci tangan, perawatan kulit dan rambut, hingga kebersihan organ sensitif seperti mata, telinga, gigi, dan mulut. Peserta juga diedukasi tentang pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup teratur sebagai penunjang daya tahan tubuh.
Sesi dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan sabun herbal menggunakan simplisia Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Simplisia, yaitu bagian tanaman yang dikeringkan seperti daun, akar, atau bunga, diolah menjadi sabun yang ramah lingkungan dan berkhasiat.
Para peserta dikenalkan dengan bahan baku seperti minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak zaitun, serta bahan aktif TOGA seperti kunyit, daun sirih, serai, dan lidah buaya yang memiliki manfaat antiseptik, pelembap, hingga aromaterapi.
Dalam sesi praktik, peserta diajarkan pembuatan sabun dengan metode cold process, termasuk penanganan aman larutan alkali (NaOH), pencampuran dengan minyak, dan penambahan bubuk simplisia. Seluruh proses dilakukan dengan pengawasan ketat dan alat pelindung diri.
Setelah pencetakan, dijelaskan proses curing atau pematangan sabun selama 4-6 minggu agar sabun aman digunakan dengan pH yang stabil. Peserta juga mendapat tips membuat variasi sabun sesuai kebutuhan, misalnya sabun sirih untuk antiseptik atau sabun kunyit untuk mencerahkan kulit.
Diharapkan, kegiatan ini dapat mendorong masyarakat dan santri untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam TOGA sekaligus memproduksi sabun herbal mandiri, mendukung gaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan. Acara ditutup dengan pembagian contoh sabun dan materi edukasi kepada seluruh peserta (Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc.).
PENGUMUMAN Diberitahukan kepada Mahasiswa Baru AKFARSAM mengenai jadwal kegiatan...
Dua faktor yang menjadi penyebab sulitnya seorang mahasiswa dalam menyelesaikan...
Samarinda, Sebagai penutup rangkaian acara kegiatan Dies Natalis Akademi Farmasi...
Jalan Abdul Wahab Syahrani No. 226 Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 75242
Telp: 0811 5576 817
Email: [email protected]