Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 35 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kelola Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi menyebutkan bahwa salah satu fungsi LLDIKTI adalah pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan perguruan tinggi. Sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan tinggi di perguruan tinggi swasta dan negeri.

Asosaiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) mengambil langkah strategis melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal dalam bentuk Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (Bimtek SPMI) yang dilaksanakan pada tanggal 2-3 September 2022 dan Workshop Auditor Mutu Internal (Workshop AMI) pada tanggal 4-5 September 2022 di Hotel Ros In Yogyakarta, dengan Narsum : Dr. Ir. Hisar Sirait (Rektor Institut Bisnis dan Ekonomi Kwik Kian Gie). Selain itu juga Pak Prof. Daryono Hadi Tjahjono (ketua APTFI), Prof, Agung Endro Nugroho, Prof. Yandi Syukri, dan Apt.Dra.Titiek Martati.M.Si.

Kegiatan Bimtek SPMI dan Workshop AMI diikuti oleh beberapa Dosen dari dari beberapa Perguruan tinggi yang memiliki akreditasi program studi Farmasi yaitu: C dan/atau akreditasi minimal. Kegiatan Bimtek SPMI terdiri dari materi teori, praktik penyusunan dokumen, presentasi hasil praktik dan membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL). Sedangkan pada kegiatan Workshop AMI terdiri dari beberapa sesi yaitu pretest, materi teori, praktik audit dokumen, praktik audit lapangan, penyusunan laporan hasil audit, presentasi laporan dan postest.

Perwakilan dari STIKSAM yaitu ibu apt. Rusdiati Helmidanora, M.Sc. dan Bapak apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc. Kegiatan Bimtek SPMI dan Workshop AMI terselenggara dengan baik, Kegiatan ini juga sangat bermanfaat bagi perguruan tinggi dalam rangka peningkatan kualitas mutu pendidikan tinggi, karena hal ini merupakan bentuk tanggungjawab institusi pendidikan tinggi kepada publik (stakeholders). Kepuasan stakeholders melalui layanan prima dan pencapaian visi menjadi prioritas sistem penjaminan mutu. Peningkatan mutu perguruan tinggi dapat terwujud karena adanya kemampuan dalam pelaksanaan tata kelola Sistem Penjaminan Mutu Internal di Perguruan Tinggi melalui pelaksanaan audit mutu internal baik berupa dokumen mutu berupa kebijakan, manual, standar dan formulir mutu SPMI beserta pelaksanaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha loading...