DSC_0800Akademi Farmasi mengadakan Seminar bertema: Peran Tenaga Kesehatan Dalam Implementasi UU 33/2014 tentang jaminan produk halal. Berlangsung di ballroom Horison Hotel Jalan Imam Bonjol, Minggu (26/2), 300 peserta hadir dalam kegiatan tersebut dengan sebagian besar mereka berlatar belakang apoteker.

Turut hadir sejumlah pembicara. Di antaranya guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Dr Abdul Rohman, pengamat obat halal Indonesia Bisma, S.Si., Apt. dan drh. H. Sumarsongko direktur LPPOM MUI Kaltim.

Direktur Akademi Farmasi Samarinda Supomo, M.Si., Apt. menjelaskan, acara ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Lewat kegiatan tersebut, diharapkan para tenaga kerja mendapat ilmu baru yang kemudian bisa diteruskan kepada masyarakat. “Selain sosialisasi lewat seminar, kami juga punya kegiatan pengabdian masyarakat lewat penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya produk halal,” tambah Supomo.

Menurut dia, Indonesia dengan penduduk muslim yang mayoritas, memiliki hak konstitusional untuk memperoleh perlindungan hukum terhadap kehalalan produk sesuai syariat agama.

Sementara itu, Ketua Panitia Heri Wijaya, M.Si., Apt mengatakan, perlindungan hukum berupa jaminan kehalalan sebuah produk harus ada dengan bentuk sertifikat. “Dan kehalalan itu dikeluarkan LPPOM MUI.”

Dia berharap, dari kegiatan tersebut agar masyarakat bisa teredukasi. Sedikitnya bisa paham dengan status produk yang berada di sekitar. “Adanya seminar ini dapat menyadarkan ke masyarakat untuk kembali ke pola hidup halal sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW,”

Sumber : (http://kaltim.prokal.co/read/news/293171-masyarakat-mesti-melek-status-produk.html)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha loading...